Honda Produksi Mobil Hatchback Mengusung Brand Baru

BEIJING - Honda nampaknya tidak ingin tertinggal dalam maraknya bisnis automotif di China. Produsen kendaraan kedua di Jepang tersebut bahkan meluncurkan mobil hatchback dengan menyandang brand baru.

Mobil yang diperkenalkan pad Beijing Auto Show tersebut, menurut rencana juga akan dipasarkan di India dan pasar potensial lainnya. Saat ini Honda masih belum memberi nama, namun untuk mempermudah penyebutannya, nama Li Nian yang berarti “Subjek” menjadi sautannya.

Menurut laporan Auto Week, brand baru tersebut akan memiliki karakteristik yang sama seperti brand mewah Honda, Acura. Namun Li Nian diposisikan untuk mobil berharga murah.

Li Nian didesain menggunakan platform yang sama dengan Honda Jazz. Namun perbedaannya Li Nian memiliki penampilan yang lebih sporty. Kapasitas mesin 1,8 liter menggunakan bensin. Menurut sumber resmi Honda, Li Niang akan diproduksi secara masal mulai 2010 mendatang dengan menggandeng perusahaan kerjasama lokal Guangzhou Motors.

Guangzhou saat ini juga memproduksi model Odyssey dan Accord untuk kebutuhan pasar China. Sementara Jazz, selain untuk pasar lokal, juga diekspor ke Eropa.

Tanpa Gelar, Eto’o Tinggalkan Barcelona

Pemain penyerang Barcelona, Samuel Eto’o mengatakan ia akan meninggalkan klubnya dan pergi ke luar negeri bila mereka gagal meraih satupun trofi sebelum akhir musim mendatang.

“Bila kami terus gagal merebut trofi tahun depan, maka saya akan pergi ke mana saja,” kata pemain penyerang Kamerun itu pada suatu event promosi dekat Barcelona, Minggu (20/4).

“Saya sudah melakukan segalanya di Spanyol, saya sudah mencapai puncak di sini, dan bila saya pergi, saya akan menuju liga lainnya,” katanya.

Eto’o mengeluarkan pernyataan tersebut pada hari setelah timnya ditahan imbang 0-0 di kandang sendiri melawan saingan sekotanya, Espanyol. Hasil ini harapan Barcelona untuk meraih gelar juara makin tipis.

Rabu ini, Barcelona akan berhadapan dengan Manhcester United dalam pertandingan pertama babak semifinal Liga Champions. Pemain berusia 27 tahun tersebut, yang bergabung dengan Barcelona dari Real Mallorca tahun 2004, mengatakan timnya masih mempunyai harapan bahwa mereka akan mengakhiri musim ini dengan kebanggaan, yakni mencapai final Liga Champions.

“Ada anak tangga di atas kami, tetapi marilah kita lihat apa yang akan terjadi hari Rabu. Bagi kami merupakan motivasi besar bahwa mereka dinyatakan favorit, sehingga membuat saya ingin sekali mengalahkan mereka,” katanya.

Satu Ruangan untuk Semua

“Saya ingin rumah yang sederhana tapi eye cathcing,” ujar Moch. Maulana ZP., yang didukung oleh sang istri Kanny Savitri saat ditanya oleh Ceilano Borndahl Kuropatkin sang arsitek. Ya, memang pasangan muda ini sangat suka dengan rumah yang terlihat sederhana namun tetap terlihat menarik dan menonjol. Selain itu, mereka pun ingin supaya ada satu ruangan yang besar dan bisa maksimal menampung berbagai kegiatan yang ada di dalam rumah.

Pasangan yang sangat menyukai sepak bola dan warna merah ini, juga sangat memperhatikan detil-detil yang dibuat di rumah mereka, agar tampak lebih cantik. Konsultasi dan diskusi dengan sang arsitek yang juga merupakan teman lama mereka dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal. Banyak ide-ide mereka yang akhirnya dipakai untuk detil desain rumah ini, seperti penggunaan keramik mozaik, dan pemilihan warna.

Ruang Keluarga yang Multifungsi
Remy dan Kanny, sapaan akrab keduanya, menginginkan rumah yang tidak terlalu banyak ruangan. Bagi mereka yang penting ruang-ruang dasar kebutuhan mereka sudah terpenuhi, seperti ruang tidur utama dan tambahan, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, dan area servis.

Satu hal pasti yang mereka minta kepada Beno sang arsitek, adalah adanya satu ruangan yang bisa dimaksimalkan fungsinya di tengah rumah. Ini karena mereka ingin agar rumah mereka yang mungil tersebut bisa memuat acara-acara keluarga yang akan sering diadakan. Oleh karena itu akhirnya Beno membuat sebuah ruang keluarga yang “tanpa batas”. Ruang keluarga ini sengaja tidak diberi sekat untuk memisahkannya dari ruang makan, dan merupakan ruang terluas di rumah ini.

Sekat dibuat hanya untuk memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga. Ini pun awalnya Remy dan Kanny tak mau memisahkan ruang tamu dan ruang keluarga, tapi dengan beberapa pertimbangan akhirnya ruang tamu pun diberi sekat. Supaya tak memakan luasan ruang keluarga, maka ruang tamu memanfaatkan teras yang kemudian ditutup dinding. Antara ruang keluarga dan dapur, diberi batasan yang sangat terbuka, sehingga warna hijau menyala dapur justru menjadi aksen yang unik di ruangan yang didominasi warna putih tersebut.

Dinding Merah Menyala
Agar rumah ini tampak menonjol dan mudah dikenali di lingkungannya, maka dibuatlah sebuat bidang vertikal di depan rumah ini. Awalnya dinding ini akan diberi batu alam, namun karena masalah biaya yang terlalu besar untuk sebuah dinding, maka Beno pun mengusulkan untuk menggunakan cat dinding sebagai pengganti batu alam. Oleh karena pasangan ini sangat menyukai warna merah, maka diputuskanlah untuk menggunakan cat berwarna merah, yang justru membuat tampak rumah ini sangat menarik.