Depperin Pangkas Anggaran Rp287 Miliar

JAKARTA–MI: Pemangkasan anggaran Departemen Perindustrian (Depperin) sebesar 15% dari total pagu definitif 2008 sebesar Rp287 miliar mengancam sejumlah program pengembangan kluster industri.

DPR mencemaskan anjloknya daya saing industri nasional, di tengah kencangnya tekanan ekonomi global, melalui pergerakan harga minyak mentah dan harga komoditas yang fluktuatif.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/

Rencana-rencana kegiatan prioritas industri yang terkena imbas pemangkasan anggaran tersebut antara lain turunnya jumlah paket pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dari 625 paket menjadi 510 paket. Selain itu, Depperin juga mengurangi jumlah unit pengolahan pengembangan industri bahan bakar nabati (BBN) dari 52 menjadi 11 unit.

Di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), Depperin memangkas jumlah perusahaan penerima dana restrukturisasi permesinan industri dari 175 menjadi 150 perusahaan saja. Dari total pemangkasan anggaran Rp287 miliar, anggaran terbesar yang dipotong berasal dari program penataan struktur industri sebesar Rp126 miliar dan pengembangan IKM Rp78 miliar.

“Secara umum, dampak pengurangan kegiatan dan anggaran tersebut selain berpengaruh terhadap jadwal realisasi, juga mempengaruhi pencapaian target dan sasaran menjadi kurang optimal,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris, ketika melakukan rapat kerja bersama Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (19/3).

Fahmi lalu memberikan beberapa gambaran sebagai dampak dari kebijakan penghematan anggaran yang diinstruksikan Menteri Keuangan (Menkeu) seperti turunnya daya saing industri yang mengancam penurunan kontribusi manufaktur dalam perekonomian nasional. Kemungkinan ini tercermin dalam angka pertumbuhan industri 2008 yang direvisi dari 7,4% menjadi 6%. Saat ini, angka pertumbuhan industri sebesar 5,15% yang menjadi pencapaian terendah selama tiga tahun terakhir.

Saat menanggapi hal itu, hampir seluruh anggota Komisi VI DPR menyatakan keprihatinannya pada Menperin. Menurut mereka, pemerintah seharusnya mengecualikan anggaran beberapa departemen supaya tidak dipotong, antara lain Depperin, Departemen Pertanian dan Kementrian Negara Koperasi dan UKM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: