Dicari Objek Kena Cukai Baru

JAKARTA, SENIN – Jumlah barang kena cukai diusulkan untuk bertambah lebih banyak dari tiga objek yang ada saat ini. Sementara akan dibahas dua objek baru, yang lainnya akan menyusul. Itu dilakukan karena ruang bagi pemerintah untuk menambah barang kena cukai masih terbuka luas.

“Waktu membahas Undang-undang Cukai terbaru tahun lalu, ada 41 barang yang dinilai masih bisa dikenai cukai, karena melihat praktik di Thailand dan Malaysia. Namun, untuk pertama kalinya, kami ingin memanggil dua industri terlebih dahulu, yakni minuman ringan dan produsen ban. Keduanya diusulkan oleh pemerintah,” ujar Anggota Komisi XI DPR (m itra kerja pemerintah dalam membahas APBN) Andi Rahmat, di Jakarta, Senin (24/3).

Pemanggilan kedua asosiasi itu dilakukan pada Senin malam. Keduanya dipanggil Panitia Kerja Optimalisasi Penerimaan Negara dalam rapat tertutup.

Menurut Andi, pengalaman di negara-negara Eropa menunjukkan, minuman ringan menjadi salah satu objek kena cukai karena bahan pembuat botol atau kemasannya dibuat dari plastik atau kaleng yang sulit didaur ulang. Atas dasar itu, minuman ringan dikenaikan cukai untuk membatasi peredar annya.

“Sementara industri ban, sementara ini masih dianggap sebagai penyumbang kerusakan jalan. Alasannya memang agak unik. Namun, semua itu masih perlu didiskusikan,” ujarnya.

Beberapa jenis barang atau jasa yang ada dalam daftar 41 objek kena cukai ant ara lain adalah sauna, asap knalpot, semen, minuman dalam kemasan, serta kayu dan produk dari kayu. Di luar daftar itu, ada juga usulan agar bahan bakar minyak (BBM) pun dikenakan cukai.

Alasan utamanya adalah kerusakan lingkungan yang disebabkan konsumsi BBM, sehingga produk ini perlu dibatasi. Sementara pengenaan cukai atas kayu diperlukan agar lingkungan hidup terlindungi.

Sebelumnya, dalam pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Cukai, sekarang sudah disahkan menjadi UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang C ukai, DPR dan pemerintah sempat berpikir memasukan daftar 41 calon barang kena cukai itu ke dalam penjelasan UU. Namun batal dilakukan karena pemerintah dan DPR belum menguasai struktur industrinya.

Dengan demikian, pengenaan barang kena cukai baru hany a akan ditetapkan melalui pembahasan di Komisi XI, satu per satu. Sementara ini, dalam UU Nomor 39/ 2007 hanya ada tiga produk yang sudah dikenakan cukai, yakni tembakau dan produk dari tembakau, alkohol, serta produk yang mengandung alkohol.

Penetapan barang kena cukai baru akan ditetapkan melalui peraturan menteri, setelah disetujui Komisi XI. Keputusan itu tidak akan mengubah UU Nomor 39/2007 karena penetapan objek kena cukai baru akan dimasukkan ke dalam UU APBN pada tahun bersangkutan.

Satu Tanggapan

  1. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/dicari_objek_kena_cukai_baru/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: