Siswa SMP Sanggup Bobol Blokir Situs Porno

JAKARTA, RABU – Pemblokiran situs porno yang direncanakan pemerintah, bisa jadi tak maksimal. Selama ini pun, pelanggan warung internet (warnet) sanggup menjebol blokir situs porno yang dipasang pengelola warnet. Bahkan, pelanggan warnet berusia SD dan SMP pun sanggup melakukannya.

Marius, pengelola sebuah warnet di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengatakan blokir situs porno jadi tidak berfungsi jika pengguna internet mengakses situs porno dari mesin pencari (search engine).

Marius menjelaskan pemblokiran yang dilakukan di warnet yang dikelolanya dilakukan dengan software yang bisa diunduh (download) secara cuma-cuma dari jagad maya. Namun, pemblokiran dengan cara ini menimbulkan masalah lain yakni menimbulkan konflik pada sistem komputer.

“Untuk mengunci situs-situs itu dilakukan dengan men-setting ketika internet akan digunakan. Namun, penguncian itu sering mengganggu situs lain yang sebenarnya tidak masuk dalam kategori porno,” kata Marius. Dia menambahkan pelanggan warnet juga ada yang menembus blokir situs porno dengan masuk melalui mesin pencari.

Seorang pengelola warnet di Cipinang, Jakarta Timur, yang minta namanya dirahasiakan mengatakan, anak-anak usia SD dan SMP juga sanggup menembus blokir situs porno yang dipasang pengelola warnet.

Dia menambahkan, dirinya pernah mendapati sekelompok remaja berseragam SMP masuk ke warnet yang dikelolanya, menjelang tengah hari. Pengelola warnet ini menduga para pelajar tersebut membolos sekolah dan berkunjung ke warnet. “Menjelang tengah hari warnet memang sepi. Hampir dua jam mereka mengakses internet. Setelah mereka selesai, saya baru tahu para pelajar itu ternyata mengakses situs porno,” katanya.

Lalu, apakah rencana pemerintah memblokir situs-situs porno dapat mengurangi pemasukan warnet? Kedua pengelola yang ditemui Warta Kota itu mengatakan bahwa kebijakan tersebut tak akan mengganggu pemasukan warnet. Pasalnya, sebagian besar pengunjung warnet datang bukan untuk mengakses situs porno. “Yang mengakses situs porno paling hanya 10 persen dari total pengunjung warnet,” kata Marius.

Namun, Ite, pengelola warnet di Cijantung, Jakarta Timur, mengkhawatirkan pemblokiran situs-situs porno membuat pengunjung warnet berkurang. Ia menjelaskan 50-70 persen pelanggan adalah gamers atau pemain games online. “Saya khawatir pengunjung saya yang bukan gamers menghilang,” katanya.

Yayan (32), pengelola warnet di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mengaku pihaknya sudah diberi tahu oleh provider (penyedia jaringan internet) tentang rencana pemblokiran situs porno. “Kita sudah diberi tahu, bahwa nantinya akan dipasangi alat pembatasan untuk website porno,” katanya. Dia menambahkan pemasangan alat itu akan membuat internet tidak aktif selama satu hingga dua hari. (

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: