Penerimaan Negara dari Gas pada 2007 Capai US$4,88 Miliar

Sepanjang tahun 2003-2007, bagian negara dari penjualan gas, mencapai US$4,88 miliar. Penjualan liquid natural gas (LNG) memberi sumbangan terbesar, mencapai US$3,32 miliar.

Hal itu diungkapkan Deputi Finansial BP Migas Eddy Purwanto di Jakarta, Kamis (3/4). Dia merinci, realisasi nilai penjualan gas bagian negara yang didapat dari domestik selama 2003-2007 meningkat tajam dari US$0,29 miliar menjadi US$0,94 miliar tahun 2007.

“Angka ini meningkat rata-rata 34% per tahun, dengan total penjualan US$3,07 miliar selama 5 tahun,” ujarnya.

Sementara itu dari ekspor, realisasi nilai penjualan gas pipa yang menjadi bagian negara meningkat dari US$0,06 miliar menjadi US$0,62 miliar dengan total penjualan selama 5 tahun sebesar US$1,45 miliar.

Sedangkan realisasi penjualan ekspor LNG yang menjadi bagian negara cenderung naik dari US$2,02 miliar menjadi US$3,32 miliar, atau kenaikan rata-rata 13,2% per tahun dengan total penjualan 5 tahun US$14,43 miliar.

Eddy juga memaparkan, sejak tahun 2003-2007 harga gas tertingggi yang ditandatangani di sisi hulu, meningkat dari US$2,63 per MMBTU menjadi US$5,5 per MMBTU.

Sementara itu BP Migas juga memaparkan, perannya dalam memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Sebagai contoh, Eddy mengungkapkan untuk gas domestik, sepanjang 2003-2007 berhasil ditandatangani 79 kontrak jual beli gas untuk pembangkit listrik, industri, pupuk, dan petrokimia.

“Total volume kontrak mencapai 13,33 trilion cubic feet (TCF). Kontrak domestik mencapai 20,12 TCF (48%), dan kontrak ekspor 21,55 TCF (52%), atau persentasenya hampir sama,” tandas dia.

Kepala BP Migas Kardaya Warnika, menjelaskan, dengan adanya 79 kontrak jual beli gas domestik, itu mengurangi penggunaan BBM nasional selama masa kontrak sebesar 1,86 miliar barel. Atau memberikan potensi penghematan selama masa kontrak mencapai US$129,55 miliar atau rata-rata US$8,63 miliar per tahun berupa substitusi BBM oleh gas.

Total volume gas yang terkontrak tahun 2003 sebesar 2,38 TCF secara kumulatif meningkat menjadi 13,3 TCF pada 2007. Rincian kebutuhan terbagi untuk pembangkit listrik mendapat alokasi 5,33 TCF (40%), industri 5,19 TCF (39%), dan pupuk-petrokimia sebesar 2,81 TCF (21%).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: