Tepat Atasi Demam pada Anak

TINGGINYA suhu tubuh atau demam pada anak sering menimbulkan fobia tersendiri bagi orangtua. Keyakinan untuk segera menurunkan panas dengan obat sudah melekat erat dalam benak orangtua.

Demam sering kali diidentikkan dengan penyakit sehingga saat demam berhasil diturunkan, orangtua merasa lega karena menganggap penyakit akan segera pergi bersama turunnya panas badan.

Padahal tak semua demam berbahaya bagi anak. Bahkan, demam justru bisa bermanfaat bagi tubuhnya untuk membangun daya tahan tubuh. Hal itu diungkapkan dokter anak Dr Paul Theissen. Dia menuturkan, berbagai penelitian mengatakan justru demam adalah proses adaptasi penting dari tubuh untuk bertahan dari infeksi. Sementara, sebagian besar orangtua berpikir bahwa demam adalah penyakit yang harus diobati.

“Seharusnya pengobatan anak yang demam dilakukan jika sudah merasa tidak nyaman atau sakit. Namun, jangan selalu berpikir demam harus diobati dan diturunkan begitu saja,” ujar Theissen.

Demam dapat didefinisikan ketika suhu tubuh berada di atas normal. Suhu demam untuk anak-anak, yaitu ketika suhu tubuh lebih tinggi dari 37,5 derajat Celsius ketika diukur dari mulut,37,2 derajat Celsius saat diukur dari ketiak atau di atas 38 derajat Celsius ketika diukur dari anus.

“Demam itu sendiri tidaklah berbahaya, tetapi penyakit yang mengikutinya. Jadi jika anak Anda demam atau gejala lain seperti lesu, menangis karena tidak nyaman, sakit tenggorokan, sulit bernapas dan pusing, maka segera cari pertolongan medis,” tutur Theissen.

Menurut Dr H Hindra Irawan SpA (K) MTrop Paed, demam anak merupakan salah satu pertanda bahwa sistem imun atau kekebalan tubuh dalam diri anak sedang bekerja. Komponen-komponen sistem kekebalan tubuh seperti sel darah putih (leukosit) dan limfosit bekerja keras untuk melawan kuman. Sel-sel tersebut hanya bisa bekerja dengan lebih baik jika suhu tubuh dalam keadaan meningkat.

“Jika penyebab demam virus, maka berikan cukup minum dan istirahat. Indikator anak minum dengan cukup ialah buang air kecil setiap 4- 6 jam. Sementara, jika penyebabnya bakteri, baru diberikan antibiotik,” ujar Dr Hindra.

Demam yang terjadi pada anak-anak umumnya karena infeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Demam yang terjadi pada anak-anak biasanya tak berbahaya dan tak menyebabkan kerusakan otak atau kerusakan fisik. Dengan adanya demam, jumlah substansi antivirus di dalam tubuh pun ikut meningkat.

Untuk mengukur suhu tubuh anak, dia menyarankan, orangtua harus menggunakan termometer yang akurat. Jangan menilai panas tubuh anak hanya dengan meraba menggunakan tangan atau bagian tubuh lainnya.

“Untuk pengukuran suhu tubuh sekarang, sudah ada macam termometer seperti elektronik digital dan melalui telinga. Termometer gelas yang berisi air raksa sudah tidak direkomendasikan lagi karena berbahaya dan mengganggu kelestarian alam. Jadi meski kurang tepat, dianjurkan pengukuran melalui oral atau ketiak,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: