Satu Ruangan untuk Semua

“Saya ingin rumah yang sederhana tapi eye cathcing,” ujar Moch. Maulana ZP., yang didukung oleh sang istri Kanny Savitri saat ditanya oleh Ceilano Borndahl Kuropatkin sang arsitek. Ya, memang pasangan muda ini sangat suka dengan rumah yang terlihat sederhana namun tetap terlihat menarik dan menonjol. Selain itu, mereka pun ingin supaya ada satu ruangan yang besar dan bisa maksimal menampung berbagai kegiatan yang ada di dalam rumah.

Pasangan yang sangat menyukai sepak bola dan warna merah ini, juga sangat memperhatikan detil-detil yang dibuat di rumah mereka, agar tampak lebih cantik. Konsultasi dan diskusi dengan sang arsitek yang juga merupakan teman lama mereka dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal. Banyak ide-ide mereka yang akhirnya dipakai untuk detil desain rumah ini, seperti penggunaan keramik mozaik, dan pemilihan warna.

Ruang Keluarga yang Multifungsi
Remy dan Kanny, sapaan akrab keduanya, menginginkan rumah yang tidak terlalu banyak ruangan. Bagi mereka yang penting ruang-ruang dasar kebutuhan mereka sudah terpenuhi, seperti ruang tidur utama dan tambahan, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, dan area servis.

Satu hal pasti yang mereka minta kepada Beno sang arsitek, adalah adanya satu ruangan yang bisa dimaksimalkan fungsinya di tengah rumah. Ini karena mereka ingin agar rumah mereka yang mungil tersebut bisa memuat acara-acara keluarga yang akan sering diadakan. Oleh karena itu akhirnya Beno membuat sebuah ruang keluarga yang “tanpa batas”. Ruang keluarga ini sengaja tidak diberi sekat untuk memisahkannya dari ruang makan, dan merupakan ruang terluas di rumah ini.

Sekat dibuat hanya untuk memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga. Ini pun awalnya Remy dan Kanny tak mau memisahkan ruang tamu dan ruang keluarga, tapi dengan beberapa pertimbangan akhirnya ruang tamu pun diberi sekat. Supaya tak memakan luasan ruang keluarga, maka ruang tamu memanfaatkan teras yang kemudian ditutup dinding. Antara ruang keluarga dan dapur, diberi batasan yang sangat terbuka, sehingga warna hijau menyala dapur justru menjadi aksen yang unik di ruangan yang didominasi warna putih tersebut.

Dinding Merah Menyala
Agar rumah ini tampak menonjol dan mudah dikenali di lingkungannya, maka dibuatlah sebuat bidang vertikal di depan rumah ini. Awalnya dinding ini akan diberi batu alam, namun karena masalah biaya yang terlalu besar untuk sebuah dinding, maka Beno pun mengusulkan untuk menggunakan cat dinding sebagai pengganti batu alam. Oleh karena pasangan ini sangat menyukai warna merah, maka diputuskanlah untuk menggunakan cat berwarna merah, yang justru membuat tampak rumah ini sangat menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: